Asslamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yang terhormat Bapak Guru Bahasa Indonesia,
Serta rekan-rekan ku yang berbahagia.
Serta rekan-rekan ku yang berbahagia.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan
puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena berkat rahmat dan karunia-Nya
kita dapat berkumpul didalam ruangan ini dengan keadaan sehat wal’afiat. Saya
mengucapakan terimakasih kepada Bapak Guru yang telah memberikan saya
kesempatan untuk menyampaikan pidato. Pada pertemuan ini , saya akan
menyampaikan pidato tentang
Proses pembelajaran merupakan suatu
proses yang memerlukan perhatian khusus, keuletan, keteguhan, ketekunan,
kerajinan dan kedisiplinan. Oleh karena itu agar proses pembelajaran yang
diselenggarakan berdayaguna dan berhasil guna, maka proses pembelajaran
tersebut benar-benar harus dilaksanakan dengan baik dan berdisiplin tinggi.
Disiplin merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan pembelajaran dan
hal ini harus dilakukan oleh semua warga yang terlibat dalam sebuah lembaga
yang melakukan proses pendidikan. Harapan yang tak pernah sirna dan selalu
dituntut oleh guru adalah bagaimana bahan pelajaran itu yang disampaikan guru
dapat disukai anak secara tuntas. Hal ini merupakan masalah yang cukup rumit
dirasakan oleh guru, di mana anak mempunyai kepribadian yang beraneka ragam,
ciri khas individu merupakan keunikannya.
Faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam belajar ada 2 macam, yaitu Faktor Intern dan Faktor Ekstern Belajar. Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari dalam individu sendiri, misalnya kematangan, kecerdasan,motivasi dan minat.
Faktor ekstern erat kaitannya dengan
faktor sosial atau lingkungan individu yang bersangkutan. Misalnya keadaan
lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat , guru dan alat peraga yang
dipergunakan di sekolah.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan
belajar, seperti
1. Observasi Kelas
Pada tahap ini observasi kelas dapat membantu mengurangi kesulitan dalam tingkat pelajaran, misalnya memeriksa keadaan secara fisik bagaimana kondisi kelas dalam kegiatan belajar, cukup nyaman, segar, sehat dan hidup atau tidak. Kalau suasana kelas sangat nyaman, tenang dan sehat, maka itu semua dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih semangat lagi.
2. Pemeriksaan Alat Indera
Dalam hal ini dapat difokuskan pada tingkat kesehatan siswa khusus mengenai alat indera. Diupayakan minimal dalam sebulan sekali pihak sekolah melakukan tes atau pemeriksaan kesehatan di Puskesmas / Dokter, karena tingkat kesehatan yang baik dapat menunjang pelajaran yang baik pula. Maka dari itu, betapa pentingnya alat indera tersebut dapat menstimulasikan bahan pelajaran langsung ke diri individu.
3. Teknik Main Peran
Disini, seorang guru bisa berkunjung ke rumah seorang murid. Di sana seorang guru dapat leluasa melihat, memperhatikan murid berikut semua yang ada di sekitarnya. Di sini guru dapat langsung melakukan wawancara dengan orang tuanya mengenai kepribadian anak, keluarga, ekonomi, pekerjaan dan lain-lain. Selain itu juga, guru bisa melihat keadaan rumah, kondisi dan situasinya dengan masyarakat secara langsung.
4. Tes Diagnostik Kecakapan/Tes IQ/Psikotes
Dalam hal ini seorang guru dapat mengetahui sejauh mana IQ seseorang dapat dilihat dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan praktis dan sederhana. Dengan latihan psikotes dapat diambil beberapa nilai kepribadian siswa secara praktis dari segi dasar, logika dan privasi seseorang.
5. Menyusun Program Perbaikan
Penyusunan program hendaklah dimulai dari segi pengajar dulu. Seorang pengajar harus menjadi seorang yang konsevator, transmitor, transformator, dan organisator. Selanjutnya dilengkapilah beberapa alat peraga atau alat yang lainnya yang menunjang pengajaran lebih baik, karena dengan kelengkapan-kelengkapan yang lebih kompleks, motivasi belajarpun akan dengan mudah didapat oleh para siswa.
Hendaklah semua itu disadari sepenuhnya oleh para pengajar sehingga tidak ada lagi kendala dan hambatan yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar. Selain itu tingkat kedisiplinan yang diterapkan di suatu sekolah dapat menunjang kebaikan dalam proses belajar. Disiplin dalam belajar akan mampu memotivasi kegiatan belajar siswa.
Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan. Saya mohon
maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenaan dihati hadirin. Atas segala
perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
Wabillahitaufikwalhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wabillahitaufikwalhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar